Hampir Dua Tahun Bau Sampah Menyiksa Warga Palumbonsari, Solusi Masih Wacana

Karawang – Warga Dusun Palumbonsari, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, dibuat geram oleh bau menyengat yang diduga kuat berasal dari aktivitas pembuangan sampah di wilayah mereka. Persoalan ini bukan baru sehari dua hari, melainkan telah berlangsung hampir dua tahun tanpa solusi nyata.

 

Bau busuk tersebut tercium hampir setiap hari, baik saat hujan maupun cuaca panas. Kondisinya kian parah ketika angin bertiup kencang, aroma menyengat menyebar hingga ke permukiman warga yang jaraknya cukup jauh dari lokasi pembuangan.

 

“Setiap hari baunya ada terus. Tidak hujan pun tetap bau, apalagi kalau hujan, makin parah,” keluh seorang warga saat ditemui di lokasi, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga  Polres Karawang Selidiki Dugaan Perburuan Ilegal Macan Tutul di Kawasan Hutan

 

Warga menilai situasi ini sudah melampaui batas kewajaran. Selain mengganggu kenyamanan, bau sampah disebut berdampak langsung pada kesehatan. Sejumlah warga mengaku sering mengalami pusing, mual, hingga rasa tidak enak badan akibat menghirup udara tercemar setiap hari.

 

“Lokasinya dekat sekali dengan rumah warga. Baunya ke mana-mana. Kami benar-benar berharap tempat pembuangan sampah ini dipindahkan, jangan di sini,” ujar warga lainnya dengan nada kesal.

 

Ironisnya, meski keluhan telah berlangsung bertahun-tahun, lokasi pembuangan sampah tersebut masih beroperasi tanpa pengelolaan yang jelas. Sampah hanya ditumpuk dan dibuang begitu saja, tanpa proses pemilahan maupun pengolahan, sehingga menimbulkan bau menyengat yang terus-menerus.

Baca Juga  Alumni SMEA/SMKN 2 Karawang Berbagi, IASKA Salurkan Ratusan Sembako

 

Aman, pengurus di lokasi pembuangan sampah, membenarkan adanya keluhan warga yang sudah terjadi sekitar 1,5 hingga 2 tahun terakhir. Namun, ia mengaku hanya bertugas sebagai pengurus lapangan dan tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan strategis.

 

“Keluhan warga memang ada. Katanya sih akan ada solusi, rencana Bank Sampah, pengelolaan, juga bantuan mesin dari dinas terkait,” ujar Aman.

 

Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum terlihat realisasinya. Tidak ada aktivitas pengolahan, tidak ada perbaikan sistem, dan bau menyengat masih terus menjadi “menu harian” warga Palumbonsari.

Baca Juga  Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Warga Desa Wanajaya Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

 

Ketika ditanya soal tuntutan warga agar lokasi pembuangan sampah ditutup permanen, pihak pengurus menyatakan hal itu di luar kewenangannya dan menyarankan agar persoalan dibawa ke instansi berwenang.

 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: sampai kapan warga harus menunggu? Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera turun tangan, bukan sekedar wacana, sebelum persoalan ini berubah menjadi krisis lingkungan dan kesehatan yang lebih besar.

“Jangan tunggu ada yang sakit parah dulu baru bertindak,” tegas warga.

(Red/IL)

TOP NEWS