KARAWANG — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) di Kabupaten Karawang berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan. Kegiatan tersebut digelar di kawasan bersejarah Tugu Kebulatan Tekad, Rengasdengklok, Minggu (8/2/2026).
Acara ini dihadiri jajaran pengurus pusat dan daerah, para ketua koordinator wilayah (Korwil), serta puluhan anggota IWOI Karawang. Momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan organisasi sekaligus penegasan komitmen dalam meningkatkan profesionalisme jurnalis.
Ketua IWOI DPD Karawang, Syuhada Wisastra, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut peringatan HPN dan HUT IWOI menjadi momen penting setelah melalui proses panjang membangun organisasi di Karawang.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan peringatan Hari Pers Nasional dan HUT IWO Indonesia ke-8. Ini kebahagiaan yang luar biasa bagi saya dan seluruh rekan-rekan,” ujar Syuhada.
Ia menjelaskan, secara nasional IWO Indonesia telah berdiri selama delapan tahun, sementara kepengurusan DPD Karawang baru berjalan sekitar tiga tahun. Meski demikian, perkembangan organisasi dinilai cukup signifikan.
Syuhada juga mengungkapkan latar belakang pribadinya yang sebelumnya berkarier selama 25 tahun di dunia industri sebelum akhirnya memutuskan terjun dan belajar membangun organisasi pers.
“Selama 25 tahun saya berada di dunia industri. Tiga tahun terakhir saya berani hijrah dan belajar membangun organisasi ini dari nol,” katanya.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Saat ini, jumlah anggota IWOI Karawang mencapai sekitar 65 hingga 70 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 anggota hadir langsung dalam kegiatan peringatan HPN dan HUT ke-8 IWOI.
Menurut Syuhada, kekompakan dan kebersamaan anggota menjadi kunci utama perkembangan organisasi di daerah. Ia juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan tanpa pungutan biaya kepada anggota.
“Sebagai laporan kepada Ketua Umum, kegiatan ini tidak ada pungutan apa pun. Mulai dari kaos hingga konsumsi, semuanya gratis dan ditanggung panitia,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syuhada memaparkan struktur organisasi IWOI Karawang yang kini terbagi ke dalam enam koordinator wilayah, meliputi wilayah selatan, utara, hingga kawasan perkotaan. Pembagian korwil ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas kerja organisasi.
Ia juga menyampaikan sejumlah rencana strategis, di antaranya pelaksanaan uji kompetensi jurnalis bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta target verifikasi Dewan Pers pada tahun 2027.
“Target kami, pada 2027 saat ulang tahun IWO Indonesia, verifikasi Dewan Pers sudah bisa terwujud. Untuk itu, kami mohon dukungan seluruh anggota agar kompetensi jurnalis terus ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, S.H., M.H., S.Ak., menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) jurnalis. Ia mengingatkan agar anggota IWOI tidak hanya mengedepankan penampilan, tetapi juga kemampuan dan integritas.
“Jangan hanya pakaiannya yang keren, tapi ilmunya kosong. SDM harus ditingkatkan, etika jurnalistik harus dipahami, supaya wartawan benar-benar diperhitungkan,” tegasnya.
Ketum IWOI juga memaparkan visi besar organisasi ke depan, termasuk rencana pembentukan tempat uji kompetensi di berbagai daerah serta target pendirian lembaga pendidikan hingga universitas pada tahun 2027.
Peringatan HPN dan HUT ke-8 IWO Indonesia di Karawang pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi IWOI untuk semakin solid, profesional, dan berkontribusi positif bagi perkembangan dunia jurnalistik di Indonesia.
Red/IL

