Aksi Solidaritas Membesar, APDESI Tegaskan Tak Ada Tempat bagi Kekerasan

KARAWANG — Ribuan massa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) dan Karang Taruna menggelar aksi unjuk rasa di area PT Pertiwi Lestari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Senin (6/4/2026).

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus tuntutan atas dugaan tindak kekerasan terhadap perangkat Desa Wanasari yang diduga dilakukan oleh oknum keamanan perusahaan.

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang diterbitkan Dewan Pimpinan Daerah APDESI Merah Putih Provinsi Jawa Barat, aksi tersebut dilatarbelakangi oleh dua hal utama.

Pertama, adanya dugaan tindak kekerasan terhadap perangkat Desa Wanasari.

Kedua, penolakan terhadap kegiatan galian kabel optik oleh PT Pertiwi Lestari di atas tanah kas desa tanpa izin.

Baca Juga  Dugaan Pencemaran Limbah di Sungai Cigembol Ciampel,Sundawani DPD Karawang Kecam Keras

Dalam surat bernomor 01/DPD-AMP JABAR/III/2026 itu, disebutkan bahwa aksi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Sejak pagi hari, massa mulai berkumpul di kawasan Trans Heksa Karawang sebelum bergerak menuju lokasi aksi. Mereka membawa spanduk, bendera, serta menggunakan mobil komando untuk menyampaikan tuntutan.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan pengamanan ketat dari ratusan personel Polres Karawang yang berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Orasi Ketua APDESI Karawang: Jangan Sewenang-wenang terhadap Aparat Desa
Dalam orasinya, Ketua APDESI Karawang, H. Margono, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas perlakuan yang dianggap merendahkan marwah aparat desa.

Baca Juga  “Sidang Tipikor Bongkar Dugaan ‘Ijon Proyek’: Nama-Nama Kadis Bekasi Terseret Aliran Dana”

“Kami hadir di sini untuk menuntut keadilan. Aparat desa adalah bagian dari pemerintahan yang sah, bukan pihak yang bisa diperlakukan semena-mena. Kami meminta aparat penegak hukum segera memproses kasus ini secara transparan dan profesional,” tegas H. Margono di hadapan massa aksi.

“Kalau hari ini dibiarkan, besok bisa terjadi lagi. Kami tidak ingin ada lagi kekerasan terhadap perangkat desa di mana pun,” lanjutnya.

Ketua DPD APDESI Merah Putih Jawa Barat, H. Sukarya WK., dalam orasinya menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai.

Baca Juga  Program MBG di Karawang Disorot, Keterlibatan KDKMP Masih Minim

“Kami datang baik-baik, tanpa anarkis. Kami ingin menyampaikan aspirasi secara santun dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar H. Sukarya WK.

“Negara ini adalah negara hukum. Siapa pun yang melakukan kekerasan harus diproses sesuai aturan. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tegasnya.

“Kami tidak mencari konflik, kami menuntut keadilan. Hormati aparat desa, jangan ada tindakan sewenang-wenang di lapangan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dan situasi di lokasi terpantau kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian. Pihak Apdesi dan perusahaan sedang melakukan mediasi.

Awak media masih berada di lapangan untuk memantau perkembangan lebih lanjut.

Red

TOP NEWS