KARAWANG – Karawang International Industrial City (KIIC) kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah berjalan sejak tahun 2000. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Karawang Rabu (22/04/2026).
Kasi Humas KIIC, Wahyu Mulyandaru, menjelaskan bahwa donor darah merupakan bagian dari lima program utama CSR KIIC, yakni kepedulian pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, dan pelestarian lingkungan hidup.
“Untuk program kesehatan, salah satunya adalah donor darah yang rutin kami laksanakan setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini terbuka bagi karyawan KIC maupun tenant,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain donor darah, KIIC juga menjalankan berbagai program kesehatan lainnya seperti pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, penanganan stunting bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Baznas, serta bantuan fogging saat terjadi wabah demam berdarah.
Dalam bidang pendidikan, KIIC memberikan beasiswa kepada masing-masing 170 siswa tingkat SMP dan SMA di tujuh desa sekitar kawasan industri. Perusahaan juga turut memperbaiki sarana dan prasarana sekolah guna mendukung kualitas pendidikan.
Sementara di sektor ekonomi, KIIC menggelar pelatihan keterampilan seperti budidaya lele dan menjahit untuk mendorong masyarakat menjadi wirausaha. Adapun pada program sosial budaya, perusahaan rutin menyalurkan bantuan paket sembako saat IdulFitri serta hewan kurban saat Idul adha.
“Harapannya, kegiatan donor darah ini terus berlanjut karena selain baik untuk kesehatan pendonor, juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang memerlukan transfusi darah,” tambah Wahyu.
Dokter PMI Karawang, dr. Elis, menyampaikan bahwa jumlah pendonor pada kegiatan kali ini cukup banyak, meski belum mencapai angka maksimal seperti biasanya.
“Alhamdulillah pendonor banyak, tapi memang tidak seperti biasanya. Mungkin karena aktivitas di perusahaan sedang padat. Biasanya kami bisa mengumpulkan lebih dari 100 kantong darah dalam satu kegiatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian calon pendonor tidak lolos karena tidak memenuhi syarat medis, terutama kadar hemoglobin (HB) yang tidak sesuai standar.
“Untuk donor darah, kadar HB harus berada di kisaran 12,5 hingga 17. Selain itu, calon pendonor juga tidak boleh mengonsumsi obat-obatan setidaknya tiga hari sebelumnya, kecuali vitamin, serta tidak memiliki riwayat penyakit tertentu,” jelasnya.
Dr. Elis juga memberikan tips bagi masyarakat yang masih merasa takut untuk donor darah, khususnya bagi pemula.
“Kuncinya rileks saja, jangan terlalu dipikirkan. Rasa takut biasanya muncul karena sugesti, seperti membayangkan jarum yang besar. Padahal jika dijalani dengan tenang dan mengikuti arahan petugas, prosesnya tidak sesulit yang dibayangkan,” katanya.
Ia berharap ke depan partisipasi masyarakat semakin meningkat, mengingat kebutuhan darah di Karawang masih cukup tinggi.
“Kebutuhan darah di Karawang sekitar 3.500 kantong per bulan dan itu belum sepenuhnya terpenuhi. Mudah-mudahan masyarakat, baik karyawan maupun umum, semakin peduli untuk rutin donor darah karena manfaatnya besar, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
Salah satu pendonor, Latif (30), mengaku rutin mengikuti kegiatan donor darah karena selain bermanfaat bagi kesehatan, juga dapat membantu sesama.
“Awalnya sempat takut, apalagi lihat jarumnya. Tapi setelah dicoba ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Sekarang justru jadi rutin donor karena ingin membantu orang lain yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya yang masih ragu, untuk tidak takut mendonorkan darah.
“Yang penting rileks saja, jangan terlalu dipikirkan. Selain menyehatkan, kita juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” tambahnya.
Red/IL

