Arus Mudik Lebaran 2026, Polres Karawang Berlakukan Pembatasan Truk Angkutan Barang

Karawang – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karawang akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang bersumbu tiga atau lebih selama periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan serta menjaga kelancaran lalu lintas di jalur utama, khususnya di wilayah Kabupaten Karawang.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengatakan pembatasan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, dan Direktorat Jenderal Bina Marga Tahun 2026.

Baca Juga  GOKAR Bukan Sekadar Ojek Online, DPRD Nilai Mampu Berdayakan UMKM dan Driver Lokal

“Pembatasan ini akan mulai diberlakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB,” ujar Wildan di Mapolres Karawang, Selasa (10/3/2026).

Dalam kebijakan tersebut, sejumlah kendaraan yang dilarang melintas selama periode pembatasan meliputi mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, serta mobil barang dengan kereta gandengan.

Selain itu, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut hasil galian seperti tanah, pasir, dan batu, hasil tambang, serta bahan bangunan juga tidak diperkenankan beroperasi selama masa pembatasan tersebut.

Baca Juga  Pelepasan dan Pentas Seni PAUD Nusa Indah XXI Berlangsung Meriah, Tampilkan Kreativitas Anak Didik

Meski demikian, pemerintah memberikan pengecualian bagi kendaraan yang mengangkut kebutuhan tertentu. Di antaranya kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG), hewan ternak dan pakan ternak, pupuk, serta kendaraan yang membawa bantuan bagi korban bencana alam.

Selain itu, kendaraan yang mengangkut bahan pokok juga tetap diperbolehkan beroperasi. Komoditas tersebut meliputi beras, tepung terigu, gula, sayur dan buah-buahan, daging, ikan, unggas, minyak goreng, susu, telur, garam, kedelai, bawang, hingga cabai.

Namun, kendaraan yang mendapat pengecualian tetap diwajibkan melengkapi dokumen resmi berupa surat muatan yang diterbitkan pemilik barang serta dokumen kontrak atau perjanjian pengangkutan antara pemilik barang dengan pengusaha angkutan.

Baca Juga  GOKAR Gandeng RS Lira Medika Karawang untuk Tingkatkan Kemudahan Akses Layanan Kesehatan

Polres Karawang mengimbau para pengusaha angkutan barang dan pengemudi untuk mematuhi aturan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran serta keselamatan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, khususnya di jalur Pantai Utara (Pantura) yang melintasi wilayah Kabupaten Karawang.

Sumber: Kompas.com / Satlantas Polres Karawang.

TOP NEWS