Polres Karawang Lakukan Ekshumasi Makam Balita di Cibuaya, Dugaan Kekerasan Masih Didalami

KARAWANG – Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang bersama tim Kedokteran Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Barat melaksanakan ekshumasi atau pembongkaran makam seorang balita di Dusun Cikuda 1, RT 01/RW 01, Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Sabtu (9/5/2026).

Ekshumasi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk kepentingan otopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian balita bernama Trialdo Pratama.

Kasat PPA Polres Karawang, AKP Herwit, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian proses penyidikan setelah adanya laporan dari keluarga korban.

“Upaya atau kegiatan ekshumasi ini merupakan bagian dari rangkaian proses penyidikan. Hari ini kami bersama Kedokteran Forensik dari Bidokkes Polda Jawa Barat melaksanakan ekshumasi atau gali kubur untuk keperluan otopsi terhadap anak korban,” ujar AKP Herwit.

Baca Juga  Perindo Fokus Jabar, Sekjen Lantik Pengurus DPW dan Targetkan Basis Kemenangan 2029

Ia menjelaskan, korban sebelumnya telah dimakamkan oleh keluarga. Namun dua hari setelah pemakaman, kedua orang tua korban melaporkan dugaan kejanggalan kepada pihak kepolisian hingga akhirnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Karena korban sudah dimakamkan, maka diperlukan proses ekshumasi agar dapat dilakukan otopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya,” katanya.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, baik dari keluarga korban maupun warga di sekitar lokasi yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk area bengkel milik pacar ibu korban dan kontrakan tempat ibu korban tinggal.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal dari RS Hastien dan Klinik Az-Zahra, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya di bagian wajah dan dada. Selain itu terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh serta dugaan bekas gigitan.

Baca Juga  Hardiknas 2026, Disdikbud Karawang Dorong Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Merata

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bintang Abipraya Indonesia, Hana Yulianti, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi keluarga korban dalam mencari keadilan.

“Tujuan dari kegiatan hari ini, ekshumasi dilakukan untuk mengungkap penyebab dari kejanggalan yang dilaporkan oleh klien kami. Kami akan terus mendampingi klien kami sampai mendapatkan keadilan seadil-adilnya,” ujar Hana.

Hal senada disampaikan Ahmad Mustafa, Jamaah Cibuaya, yang turut berharap proses otopsi dapat mengungkap fakta sebenarnya terkait kematian balita tersebut.

“Baik, hari ini kegiatannya adalah ekshumasi, jadi pembongkaran makam dalam rangka keperluan penyidikan untuk diotopsi guna mengungkap kebenaran dugaan bahwa almarhum balita atas nama Aldo Tri Pratama ini diduga dibunuh. Mudah-mudahan dengan kegiatan otopsi hari ini kejadian ini bisa terungkap, apakah betul dibunuh atau tidak. Kalau memang dibunuh, siapa pelakunya. Itu harapan dari keluarga sang ibu, Ibu Siti Mariam alias Naura,” ujar Ahmad Mustafa.

Baca Juga  Rumah Sempat Ambruk, Hunian Ibu Samih di Karangpawitan Kini Kembali Layak Dihuni

Ia berharap pihak kepolisian bersama tim forensik dapat mengungkap kejadian sebenarnya secara transparan dan profesional.

Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka karena proses penyidikan masih berlangsung dan menunggu hasil resmi otopsi dari tim forensik Bidokkes Polda Jawa Barat.

Red/IL

TOP NEWS