KARAWANG – Anggota DPR RI Komisi XIII, , melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Karawang untuk meninjau secara langsung kualitas pelayanan terhadap warga binaan. Dalam kunjungan tersebut, Rieke memberikan apresiasi atas berbagai program pembinaan yang dijalankan, terutama pemanfaatan lahan produktif sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Kunjungan itu didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, beserta jajaran. Rieke meninjau sejumlah layanan, mulai dari penyelenggaraan makanan, pelayanan kesehatan, hingga program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan sebelum kembali ke masyarakat.
Menurut Rieke, warga binaan tetap memiliki hak yang wajib dipenuhi oleh negara. Namun, pemenuhan hak tersebut harus diimbangi dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai agar pelayanan dapat berjalan secara optimal.
“Hak warga binaan harus dipenuhi dengan baik. Namun, hal tersebut juga perlu didukung oleh jumlah pegawai yang memadai sesuai beban kerja. Pada layanan kesehatan misalnya, tentu dibutuhkan tenaga medis yang cukup dan berkompeten agar pelayanan yang diberikan benar-benar optimal,” ujar Rieke.
Selain menyoroti aspek pelayanan, Rieke juga mengapresiasi langkah Lapas Kelas IIA Karawang dalam mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi kawasan pembinaan produktif. Melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, lahan tersebut kini tidak hanya menjadi sarana pelatihan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga mampu menjadi pusat pembinaan yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Program tersebut dinilai mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta meningkatkan produktivitas warga binaan sebagai bekal saat kembali ke lingkungan sosial.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo, menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan negara dalam memenuhi hak-hak warga binaan secara layak.
“Bagi kami, keberhasilan pemasyarakatan bukan hanya diukur dari keamanan, tetapi juga dari bagaimana negara hadir memenuhi hak-hak warga binaan secara layak. Kunjungan Ibu Rieke Diah Pitaloka menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan kemandirian,” kata Ma’ruf.
Ma’ruf menambahkan, pemanfaatan lahan produktif menjadi salah satu fokus utama Lapas Kelas IIA Karawang dalam mendukung Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan pemerintah melalui Asta Cita Presiden serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kepercayaan dan apresiasi terhadap pemanfaatan lahan produktif menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kami akan terus berkomitmen menjadikan Lapas Kelas IIA Karawang sebagai tempat pembinaan yang produktif, humanis, dan mampu mendukung program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan,” pungkasnya.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bentuk sinergi antara DPR RI dan jajaran pemasyarakatan dalam mendorong terwujudnya sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, serta berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan.
Dengan dukungan kebijakan, penguatan sumber daya manusia, dan inovasi pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Karawang optimistis mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas sekaligus mencetak warga binaan yang siap kembali menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Red

