KARAWANG — Sebuah organisasi tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Ada kalanya, perjalanan panjang justru dimulai dari selembar surat mandat, sebuah kepercayaan, dan keberanian untuk memulai.
Itulah yang menjadi titik awal perjalanan Syuhada Wisastra, A.Md., CHRM., dalam membangun Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia/IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Karawang.
Dari mandat yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWO Indonesia, Syuhada mulai merintis struktur organisasi di Kabupaten Karawang. Tidak sekadar membentuk kepengurusan, proses tersebut juga diisi dengan perekrutan anggota, penyusunan struktur organisasi, penyusunan AD/ART, hingga konsolidasi ke berbagai wilayah.
Tidak ada jalan instan. Organisasi dibangun sedikit demi sedikit, dengan menyatukan para wartawan online dalam satu wadah yang memiliki visi dan tujuan bersama.
Tonggak sejarah tersebut kemudian berlanjut pada 9 Januari 2023. Syuhada Wisastra resmi dilantik sebagai Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Karawang periode 2023–2028 bersama jajaran pengurus.
Sejak saat itu, tantangan tidak berhenti. Justru babak baru dimulai.
Di tengah dinamika dunia jurnalistik yang terus berubah, IWOI Karawang mulai memperkuat fondasi organisasi. Sekretariat dibangun sebagai pusat koordinasi, rapat rutin digelar, konsolidasi anggota dilakukan, hingga koordinator wilayah dibentuk di sejumlah kecamatan.
Bagi Syuhada, membangun organisasi bukan semata tentang nama atau struktur kepengurusan. Lebih jauh, organisasi harus mampu menjadi ruang bersama bagi wartawan untuk meningkatkan profesionalisme, membangun solidaritas, sekaligus menjaga marwah profesi.
Karena itu, komunikasi dan kemitraan dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan IWOI Karawang.
Pemerintah Kabupaten Karawang, Forkopimda, DPRD, TNI, Polri, KPU, Bawaslu, BPJS Ketenagakerjaan, perguruan tinggi, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan menjadi bagian dari jejaring komunikasi yang terus dibangun.
Namun, kemitraan tidak berarti kehilangan fungsi kontrol.
Sebagai organisasi wartawan, IWOI Karawang juga berupaya mempertahankan peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Kritik terhadap kebijakan publik, isu transparansi pemerintahan dan berbagai persoalan masyarakat menjadi bagian dari dinamika yang disuarakan melalui kerja jurnalistik para anggotanya.
Di luar isu jurnalistik, keberadaan IWOI Karawang juga diarahkan untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan sosial dan edukasi dilakukan, mulai dari bakti sosial, santunan, penanaman pohon, donor darah, pendidikan pemilih bersama KPU Karawang, diskusi publik, pelatihan jurnalistik hingga Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa organisasi wartawan tidak hanya hadir ketika ada persoalan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menjaga Marwah Profesi di Tengah Perubahan Media
Perkembangan media digital menghadirkan tantangan baru bagi dunia jurnalistik. Kecepatan informasi sering kali berhadapan dengan tuntutan akurasi, verifikasi dan etika.
Kondisi tersebut membuat penguatan kompetensi wartawan menjadi salah satu perhatian dalam perjalanan IWOI Karawang.
Memasuki 2026, organisasi terus mendorong peningkatan profesionalisme melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk terkait verifikasi organisasi, kompetensi wartawan dan tata kelola media online.
Langkah itu menjadi penting di tengah semakin cepatnya arus informasi di ruang digital. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan berita dengan cepat, tetapi juga harus memahami kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang disampaikan kepada publik.
Bagi organisasi profesi, profesionalisme bukan sekadar slogan. Ia menjadi fondasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers.
Lebih dari Sekadar Organisasi
Lebih dari tiga tahun sejak resmi dilantik, perjalanan IWOI DPD Kabupaten Karawang menunjukkan bahwa membangun organisasi membutuhkan konsistensi.
Dari sebuah mandat, kemudian menjadi struktur kepengurusan. Dari konsolidasi kecil, berkembang menjadi jaringan organisasi. Dari kegiatan internal, meluas pada kegiatan sosial, edukasi dan kemitraan.
Syuhada Wisastra bersama jajaran pengurus IWOI Karawang kini menghadapi tantangan baru: bagaimana menjaga organisasi tetap solid, profesional dan independen di tengah perubahan ekosistem media.
Perjalanan tersebut belum selesai.
Justru, setiap dinamika yang muncul menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi. IWOI Karawang dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya sebagai organisasi yang menaungi wartawan online.
Pada akhirnya, sejarah perjalanan IWO Indonesia DPD Karawang bukan hanya tentang siapa yang mendirikan atau siapa yang memimpin.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut adalah tentang bagaimana sebuah kepercayaan dijaga, sebuah organisasi dibangun, dan profesi wartawan terus diperjuangkan agar tetap memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat.
Dari sebuah surat mandat, lahir sebuah organisasi. Dari organisasi itu, tumbuh sebuah gerakan untuk menjaga profesionalisme, solidaritas dan marwah pers di Kabupaten Karawang.
Red/IL

