KARAWANG — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karawang, Drs. Mahpudin M.Si, mengungkapkan bahwa proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 berjalan ketat dan berjenjang.
Seleksi tersebut dilaksanakan di Bale Indung Nyi Pager Asih, yang menjadi pusat rangkaian tahapan penilaian para peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Karawang, Selasa 07/04/2026.
Dari total 507 peserta yang mendaftar secara online melalui akun Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), hanya 260 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Tahap selanjutnya berupa tes wawasan kebangsaan dan tes inteligensia umum yang kemudian menyaring jumlah peserta menjadi 200 siswa.
“Seleksi dilakukan secara bertahap dan objektif, dimulai dari administrasi, kemudian tes wawasan kebangsaan dan inteligensia umum, hingga saat ini memasuki tahap pemeriksaan kesehatan,” ujar Mahpudin.
Pada tahap kesehatan, peserta menjalani berbagai pemeriksaan seperti tinggi dan berat badan, tekanan darah, buta warna, serta kondisi fisik secara menyeluruh. Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni parade untuk verifikasi tinggi dan berat badan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, hingga penilaian kepribadian.
Mahpudin menjelaskan, standar tinggi badan minimal ditetapkan 163 cm untuk putri dan 167 cm untuk putra, dengan tetap mempertimbangkan proporsi tubuh yang ideal.
Dari 200 peserta yang tersisa, nantinya akan dipilih 52 orang terbaik, terdiri dari 25 putra dan 25 putri untuk bertugas di tingkat Kabupaten Karawang. Sementara itu, dua peserta terbaik—masing-masing satu putra dan satu putri—akan mewakili Karawang ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Kami ingin menjaring talenta muda terbaik, tidak hanya dari sisi postur, tetapi juga kecerdasan, kesehatan, dan kepribadian,” tambahnya.
Ia berharap, melalui proses seleksi yang ketat ini, anggota Paskibraka yang terpilih mampu menjalankan tugas secara maksimal serta menjadi kebanggaan daerah.
Red/IL

